Wednesday, February 3, 2010

Nice Experience of Internship

waahhh.. akhirnya lanjut juga nih blog..

ini nih, sekarang aku mau share gimana kerja praktekku kemarin..

kemarin sih rencana awal mau kerja prakteknya 3 bulan, tp ternyata belum ada 2 bulan aja udah mulai masuk kuliah.. mmmm.. jadi y Cuma dari bulan Juli-Agustus 2009 aja..


Jakarta.. Jakarta.. Jakarta..


Yups, kemarin aku kerja praktek di sana.. Di developer sih, bukan di biro arsitek.. namanya

PT. Grahatama Persada Reality


Tapi nih, ternyata ada enaknya juga loh kerja di developer dibanding di konsultan.. Kita tuh bisa tau kondisi di lapangan sebenernya, jarang kan ada arsitek yang bener-bener tau kondisi di lapangan??? Biasanya mereka tuh Cuma tau desain.. desain.. desain.. Nah di situ kemarin tu aku bisa ngerti gimana sih waktu proses di lapangan itu, sampai gmn cara nanganin beberapa masalah.. Ya, tapi memang kita ga bisa desain dai awal sampai akhir sh. Kan desainnya udah ada biro arsitek yang bikin.. But, I like it.. I like this job so much..


Springhill Residences


Proyek ini lah yang baru berjalan dan aku beruntung bgt bisa bergabung di dalamnya.. Dan yang lebih keren dari proyek ini tuh.. Proyek dapet MURI untuk roof garden terpanjang.. waaaw.. jarang banget kan di Indonesia yang kayak gituan..

Ada 3 proyek nih yang ada di sana:

a. Springhill Golf Residences

-Club House, merupakan fasilitas pendukung Residences dengan kelengkapan fasilitas bangunan antara lain: kolam renang dan spa, gedung pertemuan, restoran, cafe, gym, dll.

-Town house 4 lantai

Jumlah unit yang dibangun berjumlah 172 unit yang terdiri dari :

    1. Tipe Rosewood, ukuran kavling 9x17 sebanyak 119 unit

Tipe Rosewood

( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

Pada tipe ini aku membantu membuat pola lantai untuk rumah bv b30 sebagai panduan pemasangan keramik.

    1. Tipe Ironwood, ukuran kavling 10x25 sebanyak 24 unit

      Tipe Ironwood

      ( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)
    2. Tipe Springwood, ukuran kavling 10x30 sebanyak 30 unit

Tipe Springwood

( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

-Apartemen

Akan dibangun apartemen 32 lantai sebanyak 6 tower

b. Springhill Golf Terrace Residences

- Townhouse 4 lantai

Jumlah unit yang dibangun berjumlah 92 unit yang terdiri dari:

a. Tipe Pinewood, ukuran kavling 10x25 sebanyak 12 unit

Tipe Pinewood

( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

Pada tipe ini aku membantu menghitung volume dinding dan finishing dinding eksterior untuk menentukan jumlah kebutuhan cat yang diperlukan. Serta membuat detail tangga untuk kebutuhan gambar kerja dan pelaksanaan pembangunan.

b. Tipe Olivewood, ukuran kavling 8x15 sebanyak 80 unit

Tipe Olivewood

( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

Pada tipe ini aku ikut membantu padabeberapa pekerjaan. Baik dari segi desain maupun ga.

1. Menghitung volume dinding eksterior untuk menghitung jumlah kebutuhan cat dan finishing dinding eksterior.

2. Membuat tampak pada salah satu rumah tipe hoek ( PH 3. No.60 )

Pada pembuatan tampak ini penulis melakukan kira-kira melakukan dua kali revisi sampai desain penulis disetujui.

3. Membuat desain dan detail vanity counter untuk sem

ua kamar mandi

4. Membuat detail tangga

- Bangunan Tingkat Tinggi

    1. Apartemen 30 lantai sebanyak 2 unit
    2. Bangunan perkantoran 23 lant ai sebanyak 1 unit

Untuk sementara di lokasi rencana bangunan perkantoran sebagian lahannya masih digunakan untuk bangunan Marketing Office Springhill Group

c. Springhill Golf Mansion Residences

- Townhouse 4 lantai

Jumlah unit yang dibangun berjumlah 92 unit yang terdiri dari:

    1. Tipe Eaglewood, ukuran kavling 10x30 sebanyak 24 unit

      Tipe Eaglewood

      ( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

Pada tipe ini aku membantu pada beberapa pekerjaan baik yang berhubungan dengan desain arsitektur maupun ga..

1. Menghitung volume dinding dan finishing dinding eksterior untuk menentukan jumlah kebutuhan cat yang diperlukan

2. Membuat desain dan detail vanity counter untuk semua kamar mandi pada tipe eaglewood

3. Membuat detail kamar mandi yang nantinya akan diserahkan kontraktor untuk membantu proses pembangunan

4. Membuat detail tangga

    1. Tipe Acaciawood, ukuran kavling 10x18 sebanyak 33 unit

      Tipe Acaciawood

      ( Sumber : Brosur Pemasaran Springhill Residences, 2008)

Beberapa pekerjaan yang aku kerjakan dalam proyek ini :

1. Membuat alternatif denah untuk rumah tipe hoek (rumah pojok) yang akan digunakan untuk presentasi pada customer. Desain ini membutuhkan beberapa kali revisi karena keinginan customer yang berubah-ubah.

2. Membuat 3D rumah ini dengan menggunakan skech up yang nantinya akan diserahkan pada kontraktor untuk memberikan bayangan tentang bentuk dan desain tipe Acaciawood ini

3. Membuat desain dan detail vanity counter untuk semua tipe kamar mandi

4. Membuat detail tangga

5. Menghitung luas denah rumah tipe hoek

- Bangunan Tingkat Tinggi

Bangunan yang akan dibangun adalah apartemen 32 lantai sebanyak 1 unit.


Jadi Kesimpulannya ya…

Bisa kerja praktek di developer tuh ga kalah sama kerja di biro arsitek di konsultan.. Memang sih, kita ga bisa desain sesenang hati.. Tapi kita bisa dapet pengetahuan tentang kegiatan dan masalah di lapangan.. Kalo masalah desain kan udah sering kita dapet di kampus.. Tapi prakteknya?????

Nah buat kalian-kalian yang masih bingung besok mau kerja praktek dimana.. Developer bisa jadi salah satu pilihan..

Tuesday, March 10, 2009

Visually Verivied Montages part 2

Visually Verified Montages (VVM’s)

Perkembangan dunia arsitektur dijital merambah pula pada peralatan ataupun metode dengan teknik komputerisasi yang mempermudah analisa, rekayasa, maupun presentasi desain terhadap klien. Banyak depelopment projects, sekarang ini, terutama projek yang memiliki skala yang besar ataupun ketinggian yang relative tinggi (mid rise till high rise) memberikan dampak yang cukup besar pada visual lingkungan sekitar. Dengan alasan inilah, pihak planning authorities acapkali mensyaratkan dampak visual akibat pengembangan baru dimodelisasikan atau dipresentasikan menggunakan kombinasi antara dokumentasi visual lingkungan sekitar (tentu saja dengan survey lingkungan sekitar yang akurat), dengan visual desain yang ingin dikembangkan pada lingkungan tersebut yang kemudian dikenal dengan metode Visually Verified Montages.

Methodolgy and Process of Visually Verified Projects

Proses dari metode VVMs ini dapat disederhanakan dan diklasifikan menurut urutan pelaksanaan yaitu sebagai berikut:

1. Manifestasi Data Existing (pengumpulan data eksisting lingkungan sekitar)

Pengumpulan data eksisting dapat dilakukan dengan metode survey pada lingkungan sekitar secara akurat. Saat ini telah banyak tools yang dapat dimanfaatkan dalam cakupan menuju representasi visual lingkungan sekitar. Cara yang paling sederhana pada langkah ini adalah melakukan tahap ini ke dalam tahapan survey series dalam fixed position, dan permanent control points dengan teknik fotografi. Point-point tersebut diperoleh dari penggunaan GIS satellite technology dan Ordnance Survey Active Network untuk cakupan akuransi kurang lebih 10 mm. Dengan mensurvey eksisting point ini dan mengalokasikan dalam space yang ingin dibuat maka visual lingkungan sekitar dapat dicitrakan. Adapula program WLSL yang mempermudah proses ini. Umumnya, fotografer datang ke site, dan menyiapkan WLSL dengan high definition digital photos of the views dan menandai lokasi kamera pada permukaan tanah (ground level). WLSL kemudian menyediakan OS-related yang akurat. WLSL menggunakan kombinasi High Definition 3D Laser Scanner yang termutakhir, Global Positioning System (GPS) dan peralatan konvensional reflector-less survey untuk menyediakan informasi secara akurat dan efisiensi.

Gb. Alat WLSL yang digunakan untuk mendapatkan citra visual lingkungan

pada tahap manifestasi data eksisting

2. Memplot kondisi lingkungan sekitar dalam format 2 dimensi ataupun CADspace.

Setelah proses pengumpulan data eksisting tercukupi, maka langkah berikutnya adalah memproyeksikan kondisi lingkungan sekitar ke dalam bentukan modelling secara komputerisasi. Dengan data yang dipeoleh dari proses WLSL maka proses selanjutnya adalah memproyeksikan data-data tersebut dengan kombinasi penggunaan 3D CAD Models, surveyed points, data lensa dan kamera pada daerah pengembangan. Pada saat ini, WLSL telah digunakan dalam beragam VVMs projects yang ditujukan sebagai salah satu alat presentasi kepada klien-klien besar di London.

Gb. Contoh pengolahan data eksisting yang kemudian diproyeksikan

dalam 2 maupun 3 dimensi dengan tools 3D CAD Models

3. Memproyeksikan proporsi desain terhadap visual lingkungan sekitar dengan metode “Line in the Sky”

Proses selanjutnya setelah modelling eksisting telah selesai dan telah dirender, adalah memproyeksikan hasil renderan modeling desain yang ingin dikembangkan pada hasil model lingkungan sekitar dengan metode “line in the sky”. Proses ini hampir mirip dengan proses menggambar persepektif bangunan dan lingkungan yang ada di depan mata kita. Artinya, langkah-langkah yang digunakan adalah menentukan garis horizon mata dan skyline, kemudian memperkirakan proporsi desain yang akan dikembangkan seberapa atau pada ketinggian berapakah desain itu akan ditempatkan.

Gb. Contoh hasil renderan modeling atau fotografi

lingkungan sekitar

Gb. Contoh hasil penempatan desain terhadap visual

lingkungan sekitar

4. Mengolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan eksisting lingkungan

Penyesuaian efek iluminasi desain maupun pencahayaan yang dialami pada saat modeling desain maupun setelah dirender perlu disesuaikan dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar pada suatu waktu dan citra suasan langit pada waktu pengumpulan data dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan montase yang berkesinambungan dan utuh.

5. Melengkapi suasana (elemen phon, kendaraan, manusia) dengan menggunakan photoshop.

Gb. Contoh hasil VVMs yang telah selesai

Gb. Citigate Eco Tower-M3 Architects

Gb. Brighton Apartments-M3 Architects

Kesimpulan

Proses VVM (Visually Verivied Montages) ini memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan bahwa seorang arsitek yang baik harus mampu membuat gambaran visual dari desain yang akan mereka buat ke dalam kondisi existing lingkungannya. Jadi dari penerapan VVM tersebut dapat dilihat sesuaikah bangunan tersebut bila diletakkan pada lingkungan itu. Dan diharapkan dengan penggunaan proses VVM ini akan tercipta suasana yang lebih baik dan sesuai antara bangunan baru dan kondisi lingkungan yang ada.

Daftar pustaka

www.m3architects.com

http://passion4architecture.wordpress.com/2006/01/09/visually-verified-montages/\

http://www.warnerlandsurveys.net/index.php?option=com_content&view=article&id=111&Itemid=59

Thursday, March 5, 2009

Tugas minggu II

VISUALLY VERIFIED MONTAGES (VVM)

VVM dikembangkan oleh M3ARCHITECH. VVM memproyeksikan desain ke dalam suasana eksisting sehingga implikasi desain ke dalam lindkungan dapat dilihat

VVM ------- environmental impact
studi ( IEM)


solusi

Metodologi
1. manifestasi data existing
(pengumpulan data existing)- existing CADspase
2. memplot desain dalam format 2 dimensi
3. memproyeksikan proporsi desain thd lingkungan existing metode line in the sky
4. menggolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan existing lingkungan
5. melengkapi suasana ( elemen pohon,kendaraan, manusia) dengan menggunakan potoshop

Kesimpulan: kemampuan VVM diaplikasikan untuk memenuhi tuntutan bahwa "good architect would be able draw the visual impact of their desain onto existing surrounding"

Thursday, February 26, 2009

Manfaat Arsitektur Digital???

Sebenernya apa sih manfaat arsitektur digital???
Mau tau??


Nah ni dia hasil diskusi kelompok pas kuliah perdana Arsitektur Digital kemarin...

Menurut kami manfaatnya dibagi jadi 2:
manfaat INOVASI:
- Aristektur dijital sebagi "PLATFORM TERUKUR" dalam proses disain, sehingga setiap
tahapan mendisain dalam output/form apapun tetap dapat di tentukan nilai numeriknya.
- Arsietktur dijital sebagai "ALAT PEMANCING"kreativitas arsitek dalam mengolah bentuk
dan ruang.
- Arsietktur dijital sebagai sarana simulasi disain (dari segi performasi disain, ruang dan
kaitannya dengan lingkungan terbangun)

manfaat TEKNIK KOMUNIKASI:
- Arsitektur dijital sebagai sarana presentasi antara kebutuhan klien dan kemampuan
arsitek dalam mendisain.
- Arsitektur dijital sebagai alat presentasi yang terukur antara ide-ide dasar arsitek dan
bentuk ruang/disain yang di hasilkan dalam transformasi.

Nah, dari hasil diskusi itu kita bisa menyimpulkan kalo Arsitektur Digital itu sangat berperan penting dalam hidup seorang arsitek.. Y intinya sih g bisa dipisahin satu sama lain..