Tuesday, March 10, 2009

Visually Verivied Montages part 2

Visually Verified Montages (VVM’s)

Perkembangan dunia arsitektur dijital merambah pula pada peralatan ataupun metode dengan teknik komputerisasi yang mempermudah analisa, rekayasa, maupun presentasi desain terhadap klien. Banyak depelopment projects, sekarang ini, terutama projek yang memiliki skala yang besar ataupun ketinggian yang relative tinggi (mid rise till high rise) memberikan dampak yang cukup besar pada visual lingkungan sekitar. Dengan alasan inilah, pihak planning authorities acapkali mensyaratkan dampak visual akibat pengembangan baru dimodelisasikan atau dipresentasikan menggunakan kombinasi antara dokumentasi visual lingkungan sekitar (tentu saja dengan survey lingkungan sekitar yang akurat), dengan visual desain yang ingin dikembangkan pada lingkungan tersebut yang kemudian dikenal dengan metode Visually Verified Montages.

Methodolgy and Process of Visually Verified Projects

Proses dari metode VVMs ini dapat disederhanakan dan diklasifikan menurut urutan pelaksanaan yaitu sebagai berikut:

1. Manifestasi Data Existing (pengumpulan data eksisting lingkungan sekitar)

Pengumpulan data eksisting dapat dilakukan dengan metode survey pada lingkungan sekitar secara akurat. Saat ini telah banyak tools yang dapat dimanfaatkan dalam cakupan menuju representasi visual lingkungan sekitar. Cara yang paling sederhana pada langkah ini adalah melakukan tahap ini ke dalam tahapan survey series dalam fixed position, dan permanent control points dengan teknik fotografi. Point-point tersebut diperoleh dari penggunaan GIS satellite technology dan Ordnance Survey Active Network untuk cakupan akuransi kurang lebih 10 mm. Dengan mensurvey eksisting point ini dan mengalokasikan dalam space yang ingin dibuat maka visual lingkungan sekitar dapat dicitrakan. Adapula program WLSL yang mempermudah proses ini. Umumnya, fotografer datang ke site, dan menyiapkan WLSL dengan high definition digital photos of the views dan menandai lokasi kamera pada permukaan tanah (ground level). WLSL kemudian menyediakan OS-related yang akurat. WLSL menggunakan kombinasi High Definition 3D Laser Scanner yang termutakhir, Global Positioning System (GPS) dan peralatan konvensional reflector-less survey untuk menyediakan informasi secara akurat dan efisiensi.

Gb. Alat WLSL yang digunakan untuk mendapatkan citra visual lingkungan

pada tahap manifestasi data eksisting

2. Memplot kondisi lingkungan sekitar dalam format 2 dimensi ataupun CADspace.

Setelah proses pengumpulan data eksisting tercukupi, maka langkah berikutnya adalah memproyeksikan kondisi lingkungan sekitar ke dalam bentukan modelling secara komputerisasi. Dengan data yang dipeoleh dari proses WLSL maka proses selanjutnya adalah memproyeksikan data-data tersebut dengan kombinasi penggunaan 3D CAD Models, surveyed points, data lensa dan kamera pada daerah pengembangan. Pada saat ini, WLSL telah digunakan dalam beragam VVMs projects yang ditujukan sebagai salah satu alat presentasi kepada klien-klien besar di London.

Gb. Contoh pengolahan data eksisting yang kemudian diproyeksikan

dalam 2 maupun 3 dimensi dengan tools 3D CAD Models

3. Memproyeksikan proporsi desain terhadap visual lingkungan sekitar dengan metode “Line in the Sky”

Proses selanjutnya setelah modelling eksisting telah selesai dan telah dirender, adalah memproyeksikan hasil renderan modeling desain yang ingin dikembangkan pada hasil model lingkungan sekitar dengan metode “line in the sky”. Proses ini hampir mirip dengan proses menggambar persepektif bangunan dan lingkungan yang ada di depan mata kita. Artinya, langkah-langkah yang digunakan adalah menentukan garis horizon mata dan skyline, kemudian memperkirakan proporsi desain yang akan dikembangkan seberapa atau pada ketinggian berapakah desain itu akan ditempatkan.

Gb. Contoh hasil renderan modeling atau fotografi

lingkungan sekitar

Gb. Contoh hasil penempatan desain terhadap visual

lingkungan sekitar

4. Mengolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan eksisting lingkungan

Penyesuaian efek iluminasi desain maupun pencahayaan yang dialami pada saat modeling desain maupun setelah dirender perlu disesuaikan dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar pada suatu waktu dan citra suasan langit pada waktu pengumpulan data dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan montase yang berkesinambungan dan utuh.

5. Melengkapi suasana (elemen phon, kendaraan, manusia) dengan menggunakan photoshop.

Gb. Contoh hasil VVMs yang telah selesai

Gb. Citigate Eco Tower-M3 Architects

Gb. Brighton Apartments-M3 Architects

Kesimpulan

Proses VVM (Visually Verivied Montages) ini memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan bahwa seorang arsitek yang baik harus mampu membuat gambaran visual dari desain yang akan mereka buat ke dalam kondisi existing lingkungannya. Jadi dari penerapan VVM tersebut dapat dilihat sesuaikah bangunan tersebut bila diletakkan pada lingkungan itu. Dan diharapkan dengan penggunaan proses VVM ini akan tercipta suasana yang lebih baik dan sesuai antara bangunan baru dan kondisi lingkungan yang ada.

Daftar pustaka

www.m3architects.com

http://passion4architecture.wordpress.com/2006/01/09/visually-verified-montages/\

http://www.warnerlandsurveys.net/index.php?option=com_content&view=article&id=111&Itemid=59

Thursday, March 5, 2009

Tugas minggu II

VISUALLY VERIFIED MONTAGES (VVM)

VVM dikembangkan oleh M3ARCHITECH. VVM memproyeksikan desain ke dalam suasana eksisting sehingga implikasi desain ke dalam lindkungan dapat dilihat

VVM ------- environmental impact
studi ( IEM)


solusi

Metodologi
1. manifestasi data existing
(pengumpulan data existing)- existing CADspase
2. memplot desain dalam format 2 dimensi
3. memproyeksikan proporsi desain thd lingkungan existing metode line in the sky
4. menggolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan existing lingkungan
5. melengkapi suasana ( elemen pohon,kendaraan, manusia) dengan menggunakan potoshop

Kesimpulan: kemampuan VVM diaplikasikan untuk memenuhi tuntutan bahwa "good architect would be able draw the visual impact of their desain onto existing surrounding"

Thursday, February 26, 2009

Manfaat Arsitektur Digital???

Sebenernya apa sih manfaat arsitektur digital???
Mau tau??


Nah ni dia hasil diskusi kelompok pas kuliah perdana Arsitektur Digital kemarin...

Menurut kami manfaatnya dibagi jadi 2:
manfaat INOVASI:
- Aristektur dijital sebagi "PLATFORM TERUKUR" dalam proses disain, sehingga setiap
tahapan mendisain dalam output/form apapun tetap dapat di tentukan nilai numeriknya.
- Arsietktur dijital sebagai "ALAT PEMANCING"kreativitas arsitek dalam mengolah bentuk
dan ruang.
- Arsietktur dijital sebagai sarana simulasi disain (dari segi performasi disain, ruang dan
kaitannya dengan lingkungan terbangun)

manfaat TEKNIK KOMUNIKASI:
- Arsitektur dijital sebagai sarana presentasi antara kebutuhan klien dan kemampuan
arsitek dalam mendisain.
- Arsitektur dijital sebagai alat presentasi yang terukur antara ide-ide dasar arsitek dan
bentuk ruang/disain yang di hasilkan dalam transformasi.

Nah, dari hasil diskusi itu kita bisa menyimpulkan kalo Arsitektur Digital itu sangat berperan penting dalam hidup seorang arsitek.. Y intinya sih g bisa dipisahin satu sama lain..