Visually Verified Montages (VVM’s)
Perkembangan dunia arsitektur dijital merambah pula pada peralatan ataupun metode dengan teknik komputerisasi yang mempermudah analisa, rekayasa, maupun presentasi desain terhadap klien. Banyak depelopment projects, sekarang ini, terutama projek yang memiliki skala yang besar ataupun ketinggian yang relative tinggi (mid rise till high rise) memberikan dampak yang cukup besar pada visual lingkungan sekitar. Dengan alasan inilah, pihak planning authorities acapkali mensyaratkan dampak visual akibat pengembangan baru dimodelisasikan atau dipresentasikan menggunakan kombinasi antara dokumentasi visual lingkungan sekitar (tentu saja dengan survey lingkungan sekitar yang akurat), dengan visual desain yang ingin dikembangkan pada lingkungan tersebut yang kemudian dikenal dengan metode Visually Verified Montages.
Methodolgy and Process of Visually Verified Projects
Proses dari metode VVMs ini dapat disederhanakan dan diklasifikan menurut urutan pelaksanaan yaitu sebagai berikut:
1. Manifestasi Data Existing (pengumpulan data eksisting lingkungan sekitar)
Pengumpulan data eksisting dapat dilakukan dengan metode survey pada lingkungan sekitar secara akurat. Saat ini telah banyak tools yang dapat dimanfaatkan dalam cakupan menuju representasi visual lingkungan sekitar. Cara yang paling sederhana pada langkah ini adalah melakukan tahap ini ke dalam tahapan survey series dalam fixed position, dan permanent control points dengan teknik fotografi. Point-point tersebut diperoleh dari penggunaan GIS satellite technology dan Ordnance Survey Active Network untuk cakupan akuransi kurang lebih 10 mm. Dengan mensurvey eksisting point ini dan mengalokasikan dalam space yang ingin dibuat maka visual lingkungan sekitar dapat dicitrakan. Adapula program WLSL yang mempermudah proses ini. Umumnya, fotografer datang ke site, dan menyiapkan WLSL dengan high definition digital photos of the views dan menandai lokasi kamera pada permukaan tanah (ground level). WLSL kemudian menyediakan OS-related yang akurat. WLSL menggunakan kombinasi High Definition 3D Laser Scanner yang termutakhir, Global Positioning System (GPS) dan peralatan konvensional reflector-less survey untuk menyediakan informasi secara akurat dan efisiensi.

Gb. Alat WLSL yang digunakan untuk mendapatkan citra visual lingkungan
pada tahap manifestasi data eksisting
2. Memplot kondisi lingkungan sekitar dalam format 2 dimensi ataupun CADspace.
Setelah proses pengumpulan data eksisting tercukupi, maka langkah berikutnya adalah memproyeksikan kondisi lingkungan sekitar ke dalam bentukan modelling secara komputerisasi. Dengan data yang dipeoleh dari proses WLSL maka proses selanjutnya adalah memproyeksikan data-data tersebut dengan kombinasi penggunaan 3D CAD Models, surveyed points, data lensa dan kamera pada daerah pengembangan. Pada saat ini, WLSL telah digunakan dalam beragam VVMs projects yang ditujukan sebagai salah satu alat presentasi kepada klien-klien besar di London.

Gb. Contoh pengolahan data eksisting yang kemudian diproyeksikan
dalam 2 maupun 3 dimensi dengan tools 3D CAD Models
3. Memproyeksikan proporsi desain terhadap visual lingkungan sekitar dengan metode “Line in the Sky”
Proses selanjutnya setelah modelling eksisting telah selesai dan telah dirender, adalah memproyeksikan hasil renderan modeling desain yang ingin dikembangkan pada hasil model lingkungan sekitar dengan metode “line in the sky”. Proses ini hampir mirip dengan proses menggambar persepektif bangunan dan lingkungan yang ada di depan mata kita. Artinya, langkah-langkah yang digunakan adalah menentukan garis horizon mata dan skyline, kemudian memperkirakan proporsi desain yang akan dikembangkan seberapa atau pada ketinggian berapakah desain itu akan ditempatkan.

Gb. Contoh hasil renderan modeling atau fotografi
lingkungan sekitar

Gb. Contoh hasil penempatan desain terhadap visual
lingkungan sekitar
4. Mengolah material dan efek iluminasi desain, menyesuaikan eksisting lingkungan
Penyesuaian efek iluminasi desain maupun pencahayaan yang dialami pada saat modeling desain maupun setelah dirender perlu disesuaikan dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar pada suatu waktu dan citra suasan langit pada waktu pengumpulan data dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan montase yang berkesinambungan dan utuh.
5. Melengkapi suasana (elemen phon, kendaraan, manusia) dengan menggunakan photoshop.

Gb. Contoh hasil VVMs yang telah selesai

Gb. Citigate Eco Tower-M3 Architects

Gb. Brighton Apartments-M3 Architects
Kesimpulan
Proses VVM (Visually Verivied Montages) ini memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan bahwa seorang arsitek yang baik harus mampu membuat gambaran visual dari desain yang akan mereka buat ke dalam kondisi existing lingkungannya. Jadi dari penerapan VVM tersebut dapat dilihat sesuaikah bangunan tersebut bila diletakkan pada lingkungan itu. Dan diharapkan dengan penggunaan proses VVM ini akan tercipta suasana yang lebih baik dan sesuai antara bangunan baru dan kondisi lingkungan yang ada.
Daftar pustaka
http://passion4architecture.wordpress.com/2006/01/09/visually-verified-montages/\

setuju sekali...seorang arsitek yang baik harus mampu membuat gambaran visual dari desain ke dalam kondisi lingkungan. karena tanpa visualisasi yang jelas, klien akan kesulitan menangkap maksud dari arsitek akan suatu desain. Seorang arsitek tidak dapat hanya bercerita tanpa menunjukkan visualisasinya karena arsitek bukanlah pendongeng ataupun pembaca puisi bukan bgitu????(teringat kata2 seorang dosen)^_^
ReplyDeletesetujuuu...
ReplyDeletearsitek memang harus bisa memvisualisasikan desain dg baik..
ngapain susah2 ngerancang kalau gak bisa divisualisasikan??
VVM opo kui?????
ReplyDeletesusah.....terlalu panjang prosesnya......
Sip,,sip,,,metode VVM emang pas untuk menganalisis kesesuaian bangunan dengan lingkungan sekitarnya,,Arsitek yang okai emang harus kontekstual antara bangunannya dengan lingkungannya,dengan adanya metode ini sangat membantu kesesuaian tersebut.
ReplyDeleteyak bagus..cukup lengkap..bagus tante dewi,sip!
ReplyDeletepenerapan VVM utk penggambaran secara visual ke dalam desain bagus banget buat analisis seorang arsitek bwt kedepannya dalam mensingkronisasikan desainnya ke dalam lingkungan yg akan dibangunnya...
ReplyDeleteperhatian seorang arsitek kepada lingkungannya harus lebih difokuskan dalam kesesuaian dgn kontekstualny...
keren...program yang membantu arsitek dalam mempresentasikan desain lengkap dengan lingkungannya...
ReplyDeletetapi prosesnya panjang ya....
untk di Indonesia sendiri kayaknya belum benar2 dikenal y software ini...trs bagaimana kelebihan dari software ini dibanding software-software lainnya yang mungkin lebih familiar...
ReplyDeletedengan bantuan software tersebut berarti kita bisa tau dampak apa yang ditimbulkan oleh bangunan kita terhadap lingkungan bukan?
ReplyDeletewah, oke ni... tapi lagi2 dengan pertanyaan yg sama kyk tmn2, yg kyk gni udah diterapin di Indonesia belum ya?
pembahasan yang lgkap..
ReplyDeletesaya suka mmbacanya..
thnxs bwt infonya,,
sangat membantu sekali pembahasan diatas.
ReplyDeletetrima kasih..
berarti dengan menggunakan VVM kita dapat mengetahui kesesuaian bangunan dengan lingkungannya dengan cara menggambarkan secara visual sebuah desain ke dalam lingkungan. wah sip bgt nih
ReplyDeletesoftware baru ya??canggih banget
ReplyDeleteberarti dengan adanya software VVM ini sangat membantu para arsitek untuk menciptakan bangunan yang mendukung kelangsungan hidup dunia.
hal ini sangat membantu karena di era sekarang semua bangunan harus dirancang ramah lingkungan.
isu green design lagi2 menjadi topik yang tidak habis2nya dibicarakan. bahkan sampai ada software yang "mendukungnya". semoga tidak hanya sebatas software,perlu sebuah realisasi yang nyata dari para arsitek2. go green!!
ReplyDeletevisual desain? hmmm
ReplyDeletelagi hot dikalangan kita, emang dampak lingkungan terhadap bangunan kita perlu divisualkan terlebih dahulu, tapi samakah keadaan nyata dengan visual?
apa kita bisa memprediksi apa yang bakal terjadi?
Menurut saya program ini sangat membantu dalam menguji hasil desain, mengingat saat ini kita dituntut membuat desain yang berintegrasi dengan lingkungan. Jadi kita tidak hanya mengira-ngira, nantinya desain kita akan jadi seperti apa kalo dibangun di site yang ditentukan. Benar-benar program yang membantu
ReplyDeletepostingannya simpel ya, gak seperti blog temen-temen yang lain yang panjang-panjang banget. Tapi yang ini lebih nyantol di kepalaku daripada yang lain. Pada intinya dengan adanya VVM ini kita sebagai arsitek diberi kemudahan dalam mensimulasikan pengaruh desain kita pada lingkungan. Semakin mudah saja.
ReplyDelete